Selasa, 07 Oktober 2008

BUKTIKAN CINTA,JANGAN NODAI


Buktikan Cinta, Jangan Nodai!
Posted on March 30th, 2006 by admin



Setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhi, pasti dan seharusnya memiliki rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasa cinta ini wajib didahulukan di atas segala cinta kepada makhluk.



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


Tidak akan sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia menjadikan aku lebih dia cintai daripada cintanya kepada anak, orang tua, dan sesama manusia.1


Dan keinginan agar dimasukkan ke dalam surga, merupakan motivasi lain dalam mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Malik bin Anas, beliau mengatakan:



Ketika aku keluar dari masjid bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami dijumpai oleh seorang lelaki di serambi masjid. Orang itu bertanya, "Wahai Rasulullah, kapan kiamat tiba?" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam balik bertanya kepada orang itu, "Apa yang telah kau persiapkan untuk (menyambut)nya? Anas mengatakan, “Seakan-akan lelaki itu tertunduk diam." Kemudian lelaki itu berkata, “Aku tidak menyiapkan (maksudnya aku belum membekali diri dengan) shalat, puasa, ataupun shadaqah sunnah yang banyak, akan tetapi aku cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.” Mendengar ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Engkau bersama dengan orang yang engkau cintai."
HREF="#foot44">2


Mendengar sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat sontak bergembira, sampai-sampai Anas mengatakan,



"Setelah memeluk dien Islam, kami tidak pernah merasakan kebahagiaan yang lebih hebat dibandingkan dengan kebahagiaan karena mendengar sabda Rasulullah, “Engkau bersama dengan orang yang engkau cintai."


Mengapa mereka sangat bahagia? Karena mereka sudah diberitahu, bahwa dengan kecintaan yang benar kepada Allah dan Rasul-Nya, seseorang dapat mencapai derajat yang jarang bisa didapatkan dengan amal perbuatan. Karena amal terkadang ternodai oleh hal-hal yang merusaknya, mengurangi nilainya dan terkadang orangnya mengalami lemah semangat. Namun jika di dalam hati seseorang selalu ada cinta yang ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kekurangan-kekurangan itu bisa tertutupi. Oleh karenanya Anas menyatakan,



"Aku cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar. Aku berharap bisa bersama mereka, meskipun aku tidak bisa beramal dengan amal-amal mereka."3


Namun ini bukan berarti bahwa cinta itu terpisah dari amal atau orang yang mencintai tidak perlu taat kepada yang dicinta… sama sekali tidak! Pengakuan cinta yang terlontar dari mulut, haruslah dibuktikan dengan amal nyata.


Bagaimana membuktikan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya? Tentunya dengan melaksanakan amalan-amalan yang disyari’atkan oleh Allah melalui Al-Qur’an atau lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan dengan yang lain. Karena jika tidak demikian, bukannya menambah kecintaan, tetapi justru menodainya.


Terakhir, sebagai bukti cinta kepada Allah adalah ittiba’ (taat) kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ini juga sekaligus bukti cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah menyebutkan di dalam firman-Nya,


Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran: 31).


Dalam sebuah ahdits yang dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah, dalam Shahih Tirmidzi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Aku didatangi Rabb-ku dalam mimpi, lalu Dia berfirman kepadaku, Wahai
Muhammad, katakanlah:

"Wahai Allah, aku meminta kepada-Mu kecintaan kepada-Mu,
kecintaan kepada orang yang mencintaimu, serta aku meminta amalan
yang bisa mengantarkan aku kepada cinta-Mu."
HREF="#foot46">4

Senin, 06 Oktober 2008

Minggu, 05 Oktober 2008

selamat Lebaran Ya..........

Nikmatnya hidup............


Menikmati Hidup Indah


Menikmati Hidup Indah ===> Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

BISA menikmati keindahan hidup adalah keinginan semua orang. Tidak sedikit orang yang mau membayar mahal untuk bisa menikmati hidup indah. Seolah-olah kenikmatan hidup itu bisa dibeli. Padahal hidup indah yang hakiki tidak terletak dari seberapa banyak kita bisa menggengggam kekayaan dunia. Karena tidak semua keindahan hidup bersifat materi dan mesti terindra, namun juga bersifat immateri dan tidak terindra.


Hidup ini sangatlah indah andai saja kita mau merenungkannya. Sayangnya, kadangkala kita merasa hidup ini sarat kesulitan, penuh masalah. Akibatnya, hidup di dunia terasa menghimpit. Hal ini terjadi karena kita sering memandang negatif setiap persoalan yang dihadapi. Yang terbayang hanyalah, bahwa akan ada hal-hal yang tidak menyenangkan. Sehingga hati, pikiran menjadi resah memikirkan kejadian yang sebenarnya belum tentu terjadi.

Harusnya sebaliknya, kita harus berpikir positif terhadap segala hal yang terjadi. Bersikap positif akan jauh lebih mudah membuat kita tenang dan dapat berpikir jernih kala menghadapi masalah. Orang seperti ini akan mudah menikmati hidupnya. Karena ia yakin, tidak ada peristiwa buruk yang terjadi andai ia dapat menuntaskan setiap masalah dengan baik.

Ia tidak akan resah, karena ia menyerahkan segalanya kepada Allah, tentu dengan diiringi ikhtiar optimal. Ia juga senantiasa yakin bahwa setiap kejadian yang disikapi positif selalu melahirkan hikmah. Dengan hikmah, akan membuat kita merasa tenteram karena semua yang terjadi merupakan ketentuan-Nya.

Beberapa prinsip agar hidup kita yang sebentar ini indah, antara lain; Pertama, sibukkan diri dengan mengakui kelebihan, kebaikan orang lain. Kita belajar menerima dengan ikhlas bahwa orang lain memiliki kelebihan yang berbeda dari kita. Berangus segera perasaan iri dan dengki. Ingatlah mereka adalah saudara kita juga. Selalu upayakan berpikir positif tentangnya. Cari seribu satu alasan agar kita tidak menyalahkannya. Kalau tidak, justru kita sendiri yang merasa sengsara. Buatlah pikiran kita sibuk dengan mengingat kebaikan orang lain dan tidak mengingat-ingat kesalahanya.

Prinsip Kedua yang harus kita miliki agar merasakan keindahan hidup adalah mengupayakan tidak mengingat kebaikan diri sendiri. Karena hal ini akan menjerumuskan diri kepada sikap ujub, sombong. Merasa orang lain harus berhutang budi atas kebaikan kita. Akibatnya kita akan meremehkan orang lain. Semestinya kita harus menyadari bahwa kebaikan yang bisa kita lakukan hanyalah menolong setiap hamba-Nya. Disertai dengan keikhlasan hati. Kita hanya beruntung, bersyukur dapat menjadi jalan kebaikan bagi orang lain. Jika tidak karena karunia Allah, kita tidak akan kuasa menolong siapapun juga. Sedikit pun kita tiada berdaya upaya selain karena izin-Nya. Sehingga tentu tidak ada alasan untuk sombong atau merasa berjasa. Lagipula semakin kita mengingat kebaikan diri, bisa jadi akan rusak pahala kita dari amal itu.

Seharusnya, kita yang harus berterimakasih kepada orang yang telah kita tolong. Dengan membantunya, bukankah kita mendapat ganjaran pahala. Ladang amal dari Allah. Dengan demikian kita akan selalu tawadhu’, tidak merasa berjasa terhadap apa yang telah dilakukan.

Mudah-mudahan, dengan selalu berupaya berpikir positif terhadap orang lain dan tidak mengingat kebaikan diri, kita dapat menikmati hidup. Sehingga Insya Allah hidup indah akan kian terasa. Hati tenang, dan bahagia. Orang lain pun merasakan manfaat dari diri kita. Berbahagialah orang yang termasuk sebaik-baiknya muslim yaitu yang paling banyak manfaatnya bagi yang lainnya. Wallahu a’lam bish showab.

Enjoy your day..........

Menikmati Hidup & Karier


Coba jawab beberapa pertanyaan ini, untuk mengetahui apakah Anda menikmati hidup dan pekerjaan. Apakah Anda selalu bangun terburu-buru di hari Senin pagi? Apakah Anda menikmati saat-saat santai beraktivitas bersama keluarga?

Apakah Anda sadar sekali mengenai maksud dan tujuan hidup Anda? Lantas, apakah Anda depresi? Apakah Anda perlu curhat?

Hal-hal kecil dan rutin bisa membuat hidup Anda membosankan. Tetapi tidak banyak dari kita yang menyadari bahwa hal-hal yang kita hadapi sehari-hari bisa membuat hidup ini indah. Untuk mengetesnya, jawablah "ya" atau "tidak" pada pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Menghadapi tugas sehari-hari memberikan kepuasan kepada saya
2. Saya memiliki karier dan tujuan hidup yang jelas
3. Hidup saya tidak berguna
4. Saya menikmati bila berada bersama sahabat-sahabat saya
5. Saya tidak ingin merubah kehidupan saya secara drastis bila ternyata hidup saya hanya tinggal enam bulan lagi
6. Saya memiliki pikiran yang serius tentang bunuh diri
7. Saya mempunyai alasan mengapa saya di sini
8. Pekerjaan saya membuat hidup saya berarti
9. Saya kurang berarti di dalam kehidupan saya
10.Saya memiliki kedamaian di dalam diri saya
11.Saya berbahagia
12.Saya menghabiskan hidup saya dengan melakukan apa yang "harus" saya lakukan bukan melakukan apa yang "ingin" saya lakukan
13. Saya dapat menentukan tujuan hidup saya
14. Karier saya merefleksikan tujuan hidup saya

Berikan nilai 1 untuk setiap "tidak" dan nilai 0 jika "ya" pada pernyataan 3, 6, 9 dan 12. Sedangkan berikan nilai 1 untuk setiap "ya" dan nilai 0 jika "tidak" pada pernyataan-pernyataan lainnya.

Semakin tinggi nilai Anda, semakin Anda terlibat pada kegiatan-kegiatan yang memberi Anda kepekaan arti, arah, dan kepuasan dalam kehidupan. Anda jujur dengan diri sendiri, menikmati hidup, dan sangat mungkin untuk mencapai sasaran yang Anda tuju. Berbagai kegiatan, kegemaran, dan kegiatan-kegiatan yang lain merefleksikan kesatuan maksud dan tujuan hidup Anda.

Bila nilai Anda tujuh atau lebih rendah, kehidupan Anda kurang berarti dan kurangnya tujuan akan karier maupun hidup Anda. Anda mungkin bosan, jenuh, gelisah dan tidak mempunyai tujuan. Untuk mengembangkan arti yang lebih tentang kehidupan, lakukan refleksi diri.

1. Tentukan apa yang penting bagi Anda. Apa arti sukses bagi Anda? Jangan mencoba melakukan sesuatu karena orang lain. Belajar bagaimana mengatakan 'tidak' secara sopan.

2. Pertimbangkan bagaimana Anda merubah kehidupan Anda bila Anda tahu bahwa hidup Anda hanya tinggal enam bulan lagi. Bila Anda ingin mengganti pekerjaan atau kembali ke bangku kuliah, atau bahkan ingin melakukan suatu hobi yang sebelumnya belum pernah Anda lakukan, mulai saat ini lakukanlah!

3. Konsentrasikan pikiran Anda pada saat ini. Jangan menyesal belakangan. Apa yang sungguh-sungguh ingin Anda capai? Ingin menjadi siapakah Anda?

4. Buat pernyataan tentang apa yang akan Anda lakukan bila uang bukan masalah bagi Anda. Bila Anda melakukan sesuatu pekerjaan hanya untuk membayar tagihan, artinya uang lebih penting daripada tujuan hidup Anda. Bagaimana Anda dapat menghasilkan uang dengan melakukan hal yang Anda sukai? Rosi, misalnya, dulu adalah seorang akuntan, namun sekarang dirinya dikenal sebagai penjual barang-barang tembikar yang memang ia sukai.

5. Tetapkan tujuan Anda. Tujuan Danu adalah merawat hewan. Dia menjadikan hal ini sebagai bisnis -merawat hewan peliharaan ketika keluarga majikan hewan tersebut pergi liburan dan mengajak anjing mereka berjalan-jalan. Contoh lainnya adalah Mita, yang memiliki tujuan bergaul/menjalin hubungan dengan orang lain. Dia kemudian menjadi seorang editor majalah yang sukses, penyiar radio, sekaligus fotografer.

6. Untuk menetapkan tujuan Anda, perhatikan tema-tema yang muncul mulai dari latihan-latihan yang telah dilakukan terlebih dahulu dan juga pertanyaan-pertanyaan berikut: apa kelebihan dan prestasi Anda? Komentar apa yang Anda inginkan diucapkan oleh rekan-rekan sekerja tentang kontribusi Anda? Apa yang akan Anda lakukan bila Anda seorang milyuner? Kegiatan apa yang sangat membekas yang Anda lakukan di masa kecil Anda?

7. Sosok manusia yang bagaimana yang Anda inginkan dari diri Anda di lima tahun mendatang? Siapa yang Anda kagumi? Keterampilan, minat, dan kebutuhan apa yang ingin Anda gunakan agar pekerjaan Anda ideal?

Untuk memastikan misi Anda, bahas tema-tema tadi dengan teman Anda.

Tuliskan pernyataan misi yang menggambarkan gairah Anda berdasarkan kunci tema. Telusuri tugas-tugas tersebut. Buat tujuan Anda secara spesifik agar dapat membantu Anda dalam mencapai pekerjaan yang Anda sukai. Susun rencana untuk mencapai tujuan. Bersikap fleksibel; tujuan Anda bisa saja berubah seiring berjalannya waktu.

Cita-cita merupakan penunjuk untuk keberhasilan dan kegagalan. Dengan mengetahui cita-cita, maka Anda akan semangat dalam melakukan apa yang sangat ingin Anda lakukan. Anda akan berhasil mencapai tujuan tersebut, dan lebih mudah mengambil risiko serta mengendalikan ketakutan Anda. Anda akan mampu mengubah kehidupan menjadi lebih baik.